Portalkota– Cosmobeauté Indonesia 2025 mengukuhkan diri sebagai motor penggerak bisnis industri kecantikan nasional.
Melalui program business matchmaking dan ekspansi ke sektor Beauty Tech, pameran ini menawarkan peluang akselerasi bisnis yang nyata bagi para pelaku usaha.
Juanita Soerakoesoemah, Portfolio Director Cosmobeauté Indonesia, menekankan peran event ini sebagai platform strategis yang mempertemukan seluruh ekosistem industri.
Hal ini kritikal untuk mendorong daya saing pelaku usaha lokal di kancah regional dan global.
Program unggulan Beauté Meeting menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.
Program business matchmaking ini dirancang untuk mempertemukan ekshibitor secara langsung dengan calon pembeli potensial sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
“Pada tahun 2024 lalu, program ini berhasil memfasilitasi 663 pertemuan bisnis dengan potensi transaksi lebih dari USD 52.875 yang hingga kini masih terus berlanjut,” jelas Juanita.
**Baca Lainnya: Cosmobeauté Indonesia 2025 Dibuka, Pameran Kecantikan Terbesar Pacu Daya Saing Global
Inisiatif ini dinilai strategis dalam menciptakan peluang kerja sama jangka panjang.
Tidak hanya pertemuan bisnis, inovasi teknologi menjadi pendorong utama lainnya.
Untuk pertama kalinya, Cosmobeauté Indonesia menghadirkan segmen khusus Beauty Tech, menandai konvergensi antara kecantikan dan teknologi digital yang tengah menjadi tren global.
Rangkaian acara pendukung seperti Supply Chain Academy juga diselenggarakan untuk memperkaya pengetahuan industri.
Academy ini membahas hal-hal teknis yang vital, mulai dari private label, formulasi, packaging, hingga keselamatan produk.
Dukungan terhadap industri dalam negeri juga kuat, tercermin dari optimisme pemerintah.
Taufiek Bawazier dari Kemenperin menyatakan bahwa nilai ekonomi industri kosmetik yang terus tumbuh dapat memberikan multiplier effect yang sangat besar, termasuk menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan menghubungkan ribuan pelaku usaha, dari UMKM hingga brand internasional, Cosmobeauté Indonesia 2025 diharapkan menjadi katalis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai hub industri kecantikan yang diperhitungkan dunia.(uci)











