BRIN Paparkan Portofolio Teknologi Olah Sampah untuk Tangani Krisis di Tangsel

Portalkota — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapannya mendukung penanggulangan krisis sampah di Tangerang Selatan melalui penerapan teknologi hasil riset.

Hal itu disampaikan Dr. Ir. Hens Saputra, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, dalam Energy Week 2025 di Serpong.

Hens menyebutkan, sejumlah pusat riset di bawah BRIN telah mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang dapat diimplementasikan.

Dipaparkannya, dimulai dari konversi sampah plastik dan biomassa menjadi bahan bakar alternatif untuk co-firing pembangkit listrik, hingga pengolahan sampah organik menjadi biogas, bio-CNG, dan biohidrogen dengan kapasitas pilot plant mencapai 120 Nm³ per jam.

BRIN juga mengembangkan teknologi gasifikasi dan pirolisis untuk mengubah sampah menjadi energi listrik, yang dilengkapi dengan turbin ORC (Organic Rankine Cycle) agar bisa memanfaatkan panas suhu rendah dari insinerator.

**Baca Lainnya: Antisipasi Tumpukan Sampah, Warga Pakualam Gelar Aksi Bersih di Jalan Raya Serpong

“Listrik yang dihasilkan minimal bisa digunakan untuk operasional pengolahan sampah itu sendiri, sehingga sistemnya lebih mandiri,” ujar Hens.

Di sisi lain, BRIN mengembangkan pupuk slow release fertilizer (SRF) dari sampah organik, yang telah diuji di wilayah Tangerang dan menunjukkan peningkatan hasil panen padi hingga 10 persen.

Untuk sampah plastik, BRIN berkolaborasi dengan industri daur ulang di Tangerang untuk mengolahnya menjadi resin bernilai ekonomi.

Hens menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah pemilahan sampah sejak dari sumber. Dengan pengelolaan sampah organik di tingkat hulu, volume sampah yang masuk ke TPA seperti Cipeucang dapat ditekan signifikan.

”BRIN siap menjadi penghubung dan mendampingi Pemerintah Daerah, komunitas, serta industri dalam menerapkan teknologi ini secara masif dan berkelanjutan,” tutupnya.(suci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *