PORTAL KOTA-Anggota Komisi VIII DPR RI Iqbal Romzi melakukan pengawasan terhadap kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang dalam menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran pada musim kemarau serta ancaman erupsi dan bahaya vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana-prasarana, serta sinergi penanggulangan bencana di daerah. Iqbal menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Sekarang kan musim kemarau dan rentan kebakaran di mana-mana, baik kebakaran hutan, kebakaran lahan, dan sebagainya. Karena itu kita perlu melakukan antisipasi diri, mengingatkan masyarakat, jangan sembarang membuang puntung rokok dan lain sebagainya,” ujar Iqbal di Kota Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026).
Baca lainnya:
Politisi Fraksi PKS itu berharap BPBD memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan, termasuk personel, cadangan air, dan kendaraan operasional.
“Kesiapan, kewaspadaan, kemudian mitigasi bagaimana kita melakukan rekonstruksi setelah pascabencana itu terjadi,” katanya.
Iqbal menilai kesiapsiagaan harus dibangun melalui langkah terstruktur, teratur, dan terukur dengan standar operasional prosedur yang jelas.
“Kapan pun dan di mana pun terjadi, kita memang harus siap dengan langkah-langkah yang sudah terstruktur dengan baik, kemudian teratur, kemudian terukur. Semuanya SOP-nya sudah jelas,” ujarnya.
Selain kebakaran, Iqbal mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi erupsi Gunung Anak Krakatau. Edukasi mengenai bahaya erupsi dan abu vulkanik perlu terus dilakukan agar masyarakat mengetahui langkah yang harus diambil.
“Jangan bingung, kemudian jangan panik dan lakukan sesuai dengan arahan dari BPBD maupun pihak-pihak yang terkait,” katanya.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Komisi VIII DPR RI turut mendorong kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Menurut Iqbal, mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, serta seluruh komponen daerah.
Baca lainnya:
“Intinya kesiapsiagaan, termasuk sarana-prasarana, kemudian bagaimana mereka melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat dan juga mungkin mengajak pihak-pihak untuk bekerja sama melakukan mitigasi,” tutur Iqbal.
Iqbal juga mendorong pendekatan spiritual dengan melibatkan para ulama sebagai bagian dari upaya terpadu membangun kesiapsiagaan masyarakat.
“Kita melakukan pendekatan spiritual, tidak hanya mengandalkan kemampuan dari sisi manusia, tetapi hubungan dengan Tuhan menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian pendekatan itu adalah pendekatan terpadu,” ujarnya. (Eka)
Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan melalui laman resmi DPR RI.








1 komentar