Portalkota – Tingginya curah hujan pada akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 menyebabkan banjir dan merusak tanaman dan padi di wilayah Kabupaten Tangerang dengan luasan terdampak 217 hektar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika mengatakan, jumlah kelompok tani yang mengalami gagal panen atau puso akibat banjir sebanyak 22 Kelompok Tani (Poktan) dan 264 orang petani.
“Untuk meminimalisir kerugian petani dan mempertahankan luas tanam padi sawah, kami telah mengajukan permohonan bantuan benih untuk area seluas 113 ha atau sebanyak 2.825 kilogram benih padi ke Dinas Pertanian Provinsi Banten,” kata Asep Jatnika disiaran pers, ditulis Minggu 19 Februari 2023.
**Berita lainnya: Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Tangerang Stabil di Februari 2023
Namun yang dapat direalisasikan sebesar 2.260 kilogram. Kekurangan sebesar 565 kilogram dapat dipenuhi dari cadangan benih daerah hasil dari penangkaran UPTB Perbenihan dan Pembibitan Tanaman Dinas PKP Kabupaten Tangerang. Kebutuhan benih untuk petani yang mengalami puso (gagal panen) akibat banjir dapat dipenuhi 100 persen.
Selain pemberian benih padi dan pupuk, lanjut Asep, UPT Pembibitan Ternak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga menyerahkan bantuan 3 ekor Sapi betina kepada poktan Penerima Bantuan.
Pihaknya juga melakukan pengobatan dan vaksinasi yang dilaksanakan oleh tim Vaksinator LSD yang terdiri dari Medik Veteriner, pelaksana dan petugas inseminator melakukan vaksinasi LSD di lokasi radius 10 kilometer untuk saat ini.
“Untuk mencegah penularan kepada hewan lainya kami (DPKP Kab. Tangerang) gencar melakukan sosialisasi kewaspadaan LSD kepada para peternak sapi, pelaku usaha rumah potong hewan dan feedlotter sebanyak 45 orang,” tukasnya.(Jik)












