PORTAL KOTA-Tidak semua pesulap lahir dari panggung besar. Sebagian justru tumbuh dari ruang-ruang sederhana, dari kartu remi lusuh, koin receh, dan latihan berulang yang kerap luput dari sorotan.
Di Ciledug, Kota Tangerang, ruang itu bernama Community Magic Ciledug (CMC), sebuah komunitas yang merawat mimpi para pecinta seni sulap sejak dari hobi hingga berani melangkah ke panggung.
CMC bukan sekadar tempat berkumpul. Ia menjadi rumah belajar, ruang bertanya, sekaligus tempat pulang bagi mereka yang ingin mengasah seni ilusi tanpa rasa takut dihakimi.
Baca lainnya:
Dari remaja hingga dewasa, dari pemula hingga yang telah beberapa kali tampil di depan publik, semua duduk sejajar dalam satu lingkaran yang sama.
Ketua Community Magic Ciledug, Awan Darmawan, mengenang awal mula berdirinya komunitas ini sebagai respons atas kebutuhan ruang yang sehat bagi para pesulap lokal.
“Community Magic Ciledug hadir sebagai wadah bagi para pecinta seni sulap untuk belajar, berkembang, dan berkarya secara positif. Kami ingin sulap tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai seni yang memiliki nilai dan etika,” kata Awan, pada Selasa 6 September 2026.
Baginya, sulap bukan hanya soal trik yang memukau, melainkan tentang proses panjang di baliknya tentang disiplin, kejujuran dalam berkarya, dan tanggung jawab kepada penonton.
Nilai-nilai itu yang perlahan ditanamkan di dalam setiap sesi latihan dan pertemuan komunitas. CMC membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang memiliki ketertarikan pada dunia sulap. Tidak ada batasan latar belakang, tidak pula sekat antara senior dan junior.
“Di CMC, semua berangkat dari posisi yang sama: sama-sama belajar. Tidak ada yang merasa paling hebat. Justru di situlah kekuatan komunitas ini,” jelasnya.
Setiap pertemuan menjadi ruang berbagi. Ada diskusi teknik, koreksi gerak tangan, hingga obrolan tentang bagaimana membangun karakter saat tampil di atas panggung.
Bagi sebagian anggota, pengalaman tersebut menjadi titik balik dari sekadar mencoba-coba di rumah, hingga berani berdiri di depan orang banyak.
“Banyak anggota yang awalnya minder dan ragu. Tapi karena suasananya kekeluargaan, mereka pelan-pelan berani mencoba. Di sini, salah itu bagian dari belajar,” ungkap Awan.
Lebih jauh, CMC juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan hiburan masyarakat. Panggung-panggung kecil itu menjadi ruang latihan sesungguhnya, tempat anggota belajar menghadapi penonton nyata dan membangun kepercayaan diri.
Namun, di atas semua aktivitas tersebut, Awan menegaskan, bahwa kekuatan utama CMC terletak pada rasa kebersamaan.
“CMC bukan hanya soal sulap. Ini tentang proses tumbuh bersama. Tentang saling mendukung, saling mengingatkan, dan menjaga semangat satu sama lain,” tuturnya.
Ke depan, Awan berharap, CMC dapat terus bertahan dan berkembang sebagai komunitas yang inklusif dan berdampak.
Baca lainnya:
“Kami ingin CMC tetap hidup sebagai rumah bagi talenta-talenta sulap lokal. Rumah yang hangat, kreatif, dan memberi ruang bagi mimpi untuk tumbuh,” tutup Awan.
Di tengah dunia yang serba cepat dan instan, Community Magic Ciledug memilih berjalan perlahan.
Merawat proses, merangkul kebersamaan, dan percaya bahwa dari hobi yang dijalani dengan sungguh-sungguh, akan lahir karya dan mungkin, suatu hari, prestasi. (Eka)














1 komentar