Tubuh Langsing Belum Tentu Bebas Kolesterol, Daewoong dan PERKI Ingatkan Pentingnya Cek Darah Rutin

PORTAL KOTA-PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap tubuh langsing sebagai jaminan terbebas dari kolesterol tinggi.

Edukasi tersebut disampaikan dalam sesi media di Jakarta. Menurut PERKI, kadar kolesterol jahat atau LDL-C dapat meningkat pada siapa saja, tanpa memandang bentuk tubuh.

Dislipidemia juga kerap berkembang tanpa menimbulkan gejala sehingga sering tidak disadari penderitanya.

Baca lainnya:

Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI, menjelaskan seseorang dengan indeks massa tubuh normal tetap dapat memiliki lemak visceral berlebih.

“Tubuh langsing tidak selalu berarti kadar kolesterol berada dalam kondisi sehat. Kondisi ini sering disebut sebagai obesitas pada berat badan normal. Penumpukan lemak visceral dapat memicu resistensi insulin serta meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida,” ujarnya.

Ia mengungkapkan sejumlah studi kohort berskala besar di Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan orang dewasa dengan berat badan normal tetapi memiliki faktor risiko metabolik menghadapi risiko penyakit kardiovaskular sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi.

Risiko tersebut bahkan lebih besar pada masyarakat Asia yang cenderung mengalami penumpukan lemak visceral meski memiliki berat badan lebih rendah.

Selain itu, studi diabetes pada populasi Asia yang dipublikasikan dalam Metabolism tahun 2016 menunjukkan orang dewasa Asia dengan diabetes sekitar lima kali lebih berpeluang memiliki tubuh langsing dibandingkan obesitas.

Dr. Susetyo menambahkan pedoman terkini merekomendasikan pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi menurunkan kadar LDL-C hingga di bawah 55 mg/dL atau minimal 50 persen dari kadar awal.

“Pada kelompok pasien tersebut berlaku prinsip ‘semakin rendah, semakin baik’. Semakin rendah LDL-C yang dicapai, semakin rendah pula risiko serangan jantung, stroke, dan kematian,” jelasnya.

Baca lainnya:

Ia menegaskan pemeriksaan darah merupakan satu-satunya cara mengetahui kadar LDL-C secara akurat. Karena itu, masyarakat yang memiliki riwayat keluarga penyakit kardiovaskular, diabetes, maupun hipertensi dianjurkan menjalani pemeriksaan profil lipid secara rutin.

Sementara itu, Head of Brand and Marketing Daewoong, dr. Wicak Prasetiadi, menegaskan perusahaan akan terus mendukung peningkatan edukasi kesehatan masyarakat.

“Daewoong akan terus memperluas edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan rutin,” tutupnya.(Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *