FIP Bronze Jakarta 2026 Jadi Momentum PBPI Perkuat Pembinaan Atlet Padel Usia Muda

PORTAL KOTA-Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) memperkuat pembinaan atlet usia muda sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat Asia hingga dunia.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita usai penutupan FIP Bronze Jakarta 2026 di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Menurut Galih, penyelenggaraan FIP Promises menjadi langkah penting dalam menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan internasional, termasuk Youth Asia Cup.

Baca lainnya:

“Hari ini sangat spesial bagi PBPI. Kami akhirnya bisa menggelar FIP Promises yang memang diperuntukkan bagi atlet usia muda. Dari sinilah kami mulai melihat calon-calon pemain yang akan dipersiapkan menuju Youth Asia Cup dan berbagai kejuaraan internasional lainnya,” ujar Galih.

Ia menjelaskan, PBPI kini menerapkan sistem pembinaan berbasis peringkat nasional sehingga proses seleksi atlet menuju tim nasional dilakukan berdasarkan akumulasi poin dari berbagai turnamen resmi.

“Juara di satu turnamen memang mendapatkan poin besar, tetapi yang kami pilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem ranking, seleknas, hingga pelatnas. Prosesnya transparan dan objektif,” katanya.

Galih menambahkan, pembinaan atlet usia muda menjadi bagian dari target jangka panjang PBPI untuk mempersiapkan Indonesia bersaing di Olimpiade 2032 apabila padel resmi dipertandingkan.

“Anak-anak yang saat ini berusia 14 hingga 18 tahun akan berada pada usia emas ketika Olimpiade berlangsung. Kami tidak boleh terlambat mempersiapkan mereka,” ujarnya.

FIP Bronze Jakarta 2026 berlangsung pada 6-12 Juli 2026. Bersamaan dengan itu, PBPI juga menggelar FIP Promises yang diikuti sekitar 190 atlet muda, termasuk lebih dari 100 peserta internasional dari 31 negara yang bertanding pada delapan kategori usia, mulai U-12 hingga U-18.

Baca lainnya:

Wakil Ketua Umum PBPI Akash Nathani mengatakan organisasi juga akan meluncurkan Liga Pro Padel Indonesia pada Agustus 2026.

Liga tersebut diproyeksikan menjadi kompetisi profesional pertama di kawasan ASEAN sekaligus menjadi jenjang karier bagi atlet hasil pembinaan.

Sementara itu, Head of FIP Promises Jaume Campistol menilai penyelenggaraan FIP Promises Jakarta menjadi salah satu yang terbesar di Asia dari sisi jumlah peserta maupun kategori pertandingan.

“Tahun ini kami memiliki lebih dari 100 peserta internasional yang berasal dari 31 negara. Bahkan kami berhasil menggelar delapan kategori usia, mulai U-12, U-14, U-16 hingga U-18. Ini merupakan salah satu event terbesar di Asia,” kata Jaume. (Ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *