Portalkota – Sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi dan kolaborasi global, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, terus mengembangkan program International Landing Pad sebagai platform soft-landing bagi perusahaan global untuk memasuki pasar potensial di Indonesia.
Program ini dirancang untuk memberikan akses ke sumber daya strategis, pemahaman pasar yang lebih terstruktur, serta koneksi dengan jaringan startup, mitra industri, dan ekosistem bisnis dalam jaringan Sinar Mas Land.
Baca Lainnya:
Snapdragon 4 Gen 5 Hadirkan Gaming 90FPS, Qualcomm Perkuat Pengalaman Mobile Generasi Baru
15 Perusahaan dari 6 Negara Asia-Pasifik Telah Bergabung
Didukung oleh ekosistem BSD City sebagai living laboratory dan implementation sandbox, program International Landing Pad telah diikuti oleh 15 perusahaan teknologi dari 6 negara di kawasan Asia-Pasifik, meliputi Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.
Dukungan Penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif
Inisiatif ini turut mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi startup, meningkatkan transfer teknologi, dan memperkuat daya saing ekonomi digital nasional.
Tri Wahyudi, Direktur Aplikasi, Deputi Kreativitas Digital dan Teknologi, Kemenkraf, menyampaikan, inisiatif International Landing Pad oleh LLV merupakan langkah strategis dalam menarik investasi berkualitas ke subsektor aplikasi.
“Program ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan global, tetapi juga mendorong transfer teknologi, penguatan kapasitas talenta digital lokal, serta mempercepat pertumbuhan startup berbasis inovasi di Indonesia,” ujarnya.
Fasilitas 6 Bulan: Ruang Kerja, Kolaborasi, hingga Makerspace
International Landing Pad menyediakan ruang kerja bagi dua perwakilan dari setiap perusahaan selama enam bulan, lengkap dengan akses ke berbagai fasilitas dalam ekosistem inovasi BSD City seperti ruang kolaborasi, pusat komunitas, makerspace, dan innovation hub.
Peserta dapat berinteraksi langsung dengan pelaku industri, startup, serta komunitas inovasi, sekaligus mengikuti berbagai kegiatan networking untuk membangun kemitraan strategis.
Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, menjelaskan, pihaknya melihat banyak perusahaan global memandang Indonesia sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan yang besar.
“Namun, mereka sering menghadapi tantangan dalam memahami dinamika pasar lokal serta membangun koneksi yang tepat,” terangnya.
“Melalui International Landing Pad, kami ingin menghadirkan platform yang membantu perusahaan global menjajaki peluang pasar Indonesia atau melakukan uji coba solusi, sekaligus membuka akses terhadap ekosistem startup, mitra industri, dan jaringan bisnis yang relevan,” tambahnya.
Keunggulan Integrasi dengan BSD City: Kota Mandiri 6.000 Hektare
Keunggulan utama International Landing Pad terletak pada integrasinya dengan BSD City, mega township yang dikembangkan Sinar Mas Land seluas 6.000 hektare dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa.
Kota mandiri ini menghadirkan ekosistem modern terintegrasi, mencakup kawasan residensial, komersial, pendidikan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan dan hiburan.
Ekosistem tersebut turut didukung oleh penerapan berbagai kategori teknologi yang relevan dengan pengembangan solusi industri dan perkotaan (smart city), seperti:
· Advanced materials & construction solutions
· Smart infrastructure & building systems
· Environmental & sustainability technology
· Industrial applications
· Urban technology solutions
Baca Lainnya:
MODENA Luncurkan Mesin Cuci Front Load Rp4 Jutaan, Andalkan Teknologi Inverter dan Cuci Cepat
Model Kolaborasi Strategis untuk Investor Global
Melalui program ini, LLV menghadirkan model kolaborasi yang memungkinkan investor dan inovator global membangun kehadiran yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Dengan memperkuat model investasi berbasis strategic collaboration, LLV menegaskan komitmennya sebagai platform yang mempertemukan modal global, inovasi, dan ekosistem lokal dalam sinergi berkelanjutan untuk mendorong akselerasi inovasi urban, sekaligus menarik partisipasi investor global secara strategis dan terstruktur.(uci)













