Portalkota – Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Banten.
Dalam laporannya, Gubernur memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan di Provinsi Banten yang tumbuh positif sepanjang 2025.
IPM Banten Tujuh Besar Nasional
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten tercatat sebesar 77,25 atau tumbuh sebesar 0,90 basis poin.
Capaian ini berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 75,90, sekaligus menempatkan Provinsi Banten sebagai tujuh besar nasional dalam kategori IPM tinggi.
“IPM itu terbentuk dari dimensi umur panjang, sehat, pengetahuan dan pengeluaran per kapita. Untuk menjaga pertumbuhan IPM dengan cakupan yang sangat luas tersebut, memposisikan Provinsi Banten untuk senantiasa menjaga sinergisitas dan sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya.
Pertumbuhan Ekonomi 5,37 Persen
Pertumbuhan ekonomi Banten secara kumulatif tumbuh sebesar 5,37 persen. Pertumbuhan ini didominasi oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap PDRB.
PDRB per kapita Banten mencapai Rp74,67 juta dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 3,96 persen.
Hal ini menandakan peningkatan rata-rata pendapatan penduduk yang diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang solid, dengan sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama.
Baca Lainnya:
Ratusan Warga Serang Antusias Nobar Timnas Garuda di Gedung Negara Banten
Tingkat Pengangguran Turun
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 berada pada angka 6,63 persen, menurun dari periode Februari 2024 yang berada di posisi 7,02 persen.
Penurunan ini dilakukan melalui:
· Desain pendidikan vokasi dan penambahan SMK
· Program pelatihan ketenagakerjaan dan perluasan pasar kerja
· Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif
· Pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah
Angka Kemiskinan Terus Menurun
Angka kemiskinan di Banten terus membaik dalam tiga tahun terakhir:
· 2023: 6,17 persen
· 2024: 5,70 persen
· 2025: 5,51 persen
Capaian ini lebih rendah dari nasional yang sebesar 8,47 persen.
Andra Soni menyebut keberhasilan ini karena intervensi berbagai program, antara lain pemberdayaan masyarakat, penyediaan infrastruktur, pembangunan kawasan perumahan dan permukiman kumuh, penyediaan rumah layak huni, pengendalian stunting dan kemiskinan melalui bantuan sosial, bantuan dana desa, dan bantuan lainnya.
Gini Ratio Aman dan Inflasi Terkendali
Gini Ratio (Rasio Gini) Provinsi Banten tercapai sebesar 0,312 persen, masih berada pada tingkat aman dan kondusif, apalagi jika dibandingkan dengan angka nasional tahun 2024 sebesar 0,375 persen.
Inflasi Banten tahun 2025 sebesar 2,74 persen dan terkendali dengan baik.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Banten mencapai 69,12 point dari target 66,92 point, dengan capaian kinerja 103,2 persen masuk pada kategori sedang.
“IKLH terbentuk dari capaian kualitas udara, kualitas air, kualitas air laut dan kualitas tutupan lahan,” kata Andra Soni.
Baca Lainnya:
Hadapi Ketidakpastian Global, Andra Soni Instruksikan ASN Banten Hemat Energi
Dengan capaian-capaian positif ini, Provinsi Banten menunjukkan kinerja pembangunan yang solid dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.(uci)






