Portalkota – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat untuk mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan berbagai kebaikan.
Ia menekankan bahwa Ramadan harus dimaknai sebagai momentum untuk menjauhkan diri dari sifat iri, hasut, dan dengki, serta memperbanyak amal saleh.
”Jauhkan diri dari sifat iri, hasut, dan dengki. Pada bulan Ramadan, majelis-majelis keilmuan harus lebih ditingkatkan,” ujar Dimyati, ditulis Jumat (27/2/2026).
Dimyati mengajak masyarakat memaknai Ramadan sebagai bulan keilmuan. Menurutnya, bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan, teknologi, serta ilmu keagamaan sebagai bekal meningkatkan kualitas diri.
Baca lainnya:
Dialog dengan Aliansi BEM, Andra Soni Sebut Mahasiswa Mitra Strategis Pembangunan
Perkuat Kepedulian Sosial dan Bela Kaum Duafa
Dimyati juga menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membela kaum yang lemah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kepekaan terhadap kondisi warga di lingkungan terdekat.
“Jangan sampai ada masyarakat yang sakit tidak terobati. Jangan ada yang meninggal karena kelaparan. Pemerintah harus hadir membela kaum duafa,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan dan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Salurkan Bantuan Hingga Rp233 Juta
Dalam kesempatan Safari Ramadan tersebut, Wagub Dimyati bersama jajaran menyalurkan berbagai bantuan dengan total nilai mencapai Rp233 juta.
Bantuan tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari penyandang disabilitas, pelajar, guru ngaji, hingga renovasi rumah ibadah dan fasilitas umum.
Berikut rincian bantuan yang disalurkan:
· Tongkat ketiak kepada Ibu Lamrah
· Kursi roda kepada Agus Suharto
· Bantuan pendidikan insidental tingkat SLTA kepada 15 siswa, masing-masing Rp1,2 juta
· Santunan bagi 10 guru madrasah, guru ngaji, dan marbot masjid, masing-masing Rp500 ribu
· Bantuan tunai mustahik dari dana zakat fitrah kepada 300 orang, masing-masing Rp100 ribu
· Bantuan dana renovasi Rumah Layak Huni dari BAZNAS kepada dua penerima, masing-masing Rp25 juta
· Santunan kepada sepuluh orang pemandi jenazah, masing-masing Rp500 ribu
· Bantuan sarana dan prasarana kepada dua lembaga pendidikan keagamaan, masing-masing Rp10 juta
· Bantuan sarana dan prasarana kepada dua masjid atau musala, masing-masing Rp10 juta
· Bantuan pengadaan air bersih kepada lima lokasi, masing-masing Rp15 juta
Sinergi dengan BAZNAS Banten dan Kabupaten Serang
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa pihaknya sejalan dengan Pemprov Banten dalam upaya membela dan membantu kaum dhuafa.
Melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Banten dan BAZNAS Kabupaten Serang, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, melalui BAZNAS Kabupaten Serang, setiap kecamatan menerima bantuan sebesar Rp44 juta,” jelasnya.
Kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Makmun ini menjadi salah satu rangkaian agenda Pemprov Banten untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, sekaligus menyalurkan bantuan sosial selama bulan suci Ramadan.(ris)








