Portalkota – Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10 triliun pada 2026.
Optimisme ini ditopang oleh tren positif industri properti nasional, terutama dari segmen generasi muda seperti Milenial dan Gen Z yang semakin sadar akan pentingnya memiliki hunian.
Target tersebut sejalan dengan capaian prapenjualan BSDE sepanjang 2025 yang berhasil membukukan Rp10,04 triliun, melampaui target yang ditetapkan.
Dari total tersebut, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau 42 persen dari total prapenjualan.
“Capaian positif ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik,” ujar Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).
Baca lainnya:
Cashback Rp500 Ribu di AZKO Pondok Cabe Jadi Promo Ramadan Terbesar Tahun Ini!
Milenial dan Gen Z Dominasi Permintaan Rumah
Dalam gelaran Sinar Mas Land Property Outlook 2026 bertajuk “Clear Signals, Confident Property Decisions for Younger Generations”, terungkap bahwa generasi muda kini menjadi penggerak utama permintaan properti.
Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia Martin Samuel Hutapea memaparkan, permintaan rumah di kisaran harga Rp1–2 miliar naik 18 persen pada Kuartal I-2025, dengan mayoritas peminat berasal dari kelompok usia 25–35 tahun.
“Memasuki tahun 2026, pasar rumah tapak diproyeksikan tetap tumbuh positif dengan kenaikan permintaan di kisaran 5-6 persen (year on year). Hal ini ditopang oleh sejumlah stimulus seperti insentif pemerintah berupa PPN DTP, serta tren suku bunga yang lebih kompetitif,” jelas Martin.
Segmen menengah menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap total permintaan, mencerminkan daya beli yang tetap resilien.
Menariknya, generasi Milenial dan Gen Z kini semakin matang dalam mengambil keputusan pembelian properti dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga aksesibilitas, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai investasi.
Tangerang Kuasai Pangsa Pasar Jabodetabek
Di wilayah Jabodetabek, Tangerang mencatat pangsa pasar terbesar untuk landed house dengan kontribusi lebih dari 56 persen terhadap total penjualan.
Hal ini didukung ketersediaan lahan, harga kompetitif, serta pengembangan kawasan terpadu dengan infrastruktur lengkap.
Sinar Mas Land sendiri telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong minat beli masyarakat.
Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta menjelaskan, pihaknya terus berinovasi dalam menghadapi dinamika pasar properti yang berkembang sangat dinamis.
“Strategi bisnis kami difokuskan pada penguatan kemitraan strategis, pengembangan produk, serta layanan yang inovatif dan berkualitas. Diversifikasi portofolio, baik dari sisi produk maupun geografis, yang didukung dengan cadangan lahan luas juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan perusahaan,” terangnya.
Ia menambahkan, prospek dari segmen Milenial dan Gen Z masih menjanjikan karena lebih relevan dengan hunian di bawah Rp2 miliaran yang tersebar di seluruh wilayah pengembangan proyek Sinar Mas Land.
Program Royal Key 2026 dan Dukungan KEK ETKI Banten
Untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memiliki properti, Sinar Mas Land meluncurkan national sales program bernama Royal Key yang berlangsung sejak 22 Januari hingga 31 Desember 2026.
Program ini terbagi dalam empat periode dengan dukungan 22 bank rekanan terkemuka melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express.
Didukung momentum positif industri properti serta keberlanjutan insentif pemerintah seperti penurunan suku bunga dan perpanjangan PPN DTP hingga akhir 2026, program Royal Key diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dan aset investasi.
Sementara itu, Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty menambahkan, kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, Kesehatan (ETKI) Banten atau D-HUB SEZ turut mendorong pertumbuhan properti di kawasan BSD City. KEK ini berfokus pada empat sektor strategis yakni pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.
“KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi membangun SDM unggul, ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy. Kehadirannya juga melengkapi ekosistem mega township BSD City yang sudah mapan, sekaligus mendorong pertumbuhan properti yang lebih resilien karena ditopang aktivitas ekonomi nyata,” paparnya.
Dengan dukungan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta kemitraan strategis jangka panjang, KEK ETKI Banten diharapkan dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat riset dan inovasi, serta mengurangi capital outflow untuk pendidikan dan layanan kesehatan ke luar negeri.(ris)












