Dinkes Kota Tangerang Imbau Masyarakat Bijak Pilih Menu Buka Puasa

Portalkota – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih menu berbuka puasa selama Ramadan 1447 Hijriah.

Hal ini penting guna menjaga keseimbangan gizi sekaligus mencegah risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyampaikan, konsumsi minuman manis seperti sirup, teh manis, maupun minuman kemasan secara berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan.

Kebiasaan tersebut, jika dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi pengaturan kalori dan aktivitas fisik, berpotensi menyebabkan kelebihan energi yang disimpan tubuh dalam bentuk lemak sehingga memicu kenaikan berat badan.

”Banyak masyarakat yang langsung mengonsumsi minuman dan makanan manis dalam jumlah besar saat berbuka. Padahal, tambahan gula yang berlebihan bisa berdampak pada peningkatan berat badan dan risiko gangguan kesehatan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Baca lainnya:

Siloam Hospitals Lippo Village Hadirkan dr. Suyanto, Sp.PD, MRCP (UK) Oncology, Perkuat Layanan Onkologi dan Second Opinion

Batas Aman Konsumsi Gula per Hari

Dinkes mengingatkan bahwa batas konsumsi gula tambahan yang dianggap aman adalah maksimal 10 persen dari total kebutuhan energi harian.

Untuk orang dewasa dengan kebutuhan sekitar 2.000 kilokalori per hari, jumlah tersebut setara dengan kurang lebih 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan per hari.

“Gula tambahan yang dimaksud meliputi gula pasir, gula dalam sirup, minuman manis, kue, dan makanan olahan, bukan gula alami yang terdapat dalam buah utuh atau susu,” jelas dr. Dini.

Bahkan, untuk memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal, konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi hingga kurang dari 5 persen dari total energi harian, atau sekitar 25 gram (setara empat sendok teh) per hari.

Waspadai Makanan Tinggi Lemak

Selain minuman manis, dr. Dini juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai makanan tinggi lemak seperti gorengan, santan kental, serta makanan cepat saji yang kerap menjadi pilihan saat berbuka.

Makanan-makanan tersebut dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak jenuh secara drastis.

Dalam jangka panjang, pola konsumsi tersebut berisiko meningkatkan kadar kolesterol, memperbesar lingkar perut, serta memicu berbagai penyakit tidak menular.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memastikan asupan karbohidrat, protein, dan lemak terpenuhi secara proporsional serta dilengkapi vitamin dan mineral dari sayur dan buah.

“Hal ini penting agar kebutuhan gizi harian tetap tercapai meski waktu makan selama Ramadan lebih terbatas,” tutupnya.

Dengan menerapkan pola makan sehat selama Ramadan, masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih bugar sekaligus terhindar dari risiko penyakit.(ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *