Portalkota – Rumah Sakit Hermina Serpong mengambil langkah terobosan dengan membuka Poliklinik Holistik Lavender, layanan kesehatan integratif pertama di Banten dan kawasan Jabodetabek yang memadukan pengobatan tradisional berbasis herbal dengan layanan medis konvensional.
Direktur RS Hermina Serpong, dr. Taufan menegaskan bahwa kehadiran poliklinik ini bukan untuk menggantikan pengobatan medis yang sudah ada, melainkan sebagai pelengkap.
“Pengobatan tradisional dan medis konvensional berjalan beriringan. Tujuannya agar terapi pasien lebih optimal dan risiko efek samping bisa diminimalkan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Pemilihan lokasi di Hermina Serpong bukan tanpa alasan. Kawasan yang berada di perbatasan Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Tangerang ini masih menyisakan ruang hijau yang asri.
Rumah sakit bahkan memiliki taman herbal sekaligus healing garden yang dapat dimanfaatkan pasien pascaterapi.
“Pasien tidak hanya datang untuk berobat, tetapi juga untuk memulihkan diri secara menyeluruh,” jelas dr. Taufan.
Faktor lain adalah tingginya kepercayaan masyarakat sekitar terhadap pengobatan tradisional.
Alih-alih membiarkan warga berobat ke tempat yang belum tentu berizin resmi, Hermina menghadirkan layanan tradisional yang tetap berada di bawah pengawasan medis.
“Poliklinik ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dan diawasi secara ketat. Tenaga kesehatan tradisional yang bertugas merupakan lulusan Universitas Airlangga (UNAIR) dan tenaga tersertifikasi herbal,” terangnya.
**Baca Lainnya:
Gandeng 33 RS, Pemkot Tangerang Perluas Kolaborasi Perang Lawan Penyakit Menular
Sesuai namanya, pendekatan yang digunakan benar-benar holistik, pasien tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi juga aspek biopsikososial. Beberapa layanan yang tersedia antara lain:
· Pengobatan herbal tersertifikasi
· Akupunktur
· Akupresur
· Bekam medik
· Aromaterapi
· Konsultasi dokter umum herbal
· Rujukan ke dokter spesialis (penyakit dalam, saraf, dan lainnya)
Uniknya, terapi yang diberikan dapat berbeda pada setiap pasien, bahkan disesuaikan dengan kepribadian.
Pasien dengan kecenderungan mudah marah mendapat pendekatan berbeda dibanding pasien yang cenderung melankolis.
Poliklinik ini melayani semua kelompok usia—dari bayi, dewasa, hingga geriatri. Pasien sehat pun dapat datang untuk menjaga kebugaran.
“Terapi bekam, misalnya, dianjurkan rutin sebulan sekali untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal. Bagi atlet atau masyarakat aktif yang mengalami cedera ringan seperti keseleo, akupunktur dan akupresur menjadi solusi,” paparnya.
“Beberapa pasien yang datang dengan kondisi murung atau kurang segar dilaporkan mengalami perubahan signifikan setelah menjalani terapi kombinasi herbal dan aromaterapi,” tutupnya.(ris)












