Portalkota – Ketua DPC GMNI Tangerang Selatan, Siti Aisyah atau akrab disapa Sarinah Aeis, menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan harus dibangun di atas fondasi ideologi, bukan sekadar pemenuhan kuota semata.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum Political Skill Labs 1.0 yang digelar Woman Political Leaders dalam rangkaian Woman Hub Catalyst Forum.
Acara berlangsung secara hybrid di Gerak Gerik Coffee & Bookstore Ciputat dan melalui Zoom Meeting, dengan tema “Solidaritas Tanpa Dominasi: Bersama Membangun dan Menguatkan Suara Perempuan”.
Sarinah Aeis menekankan bahwa kehadiran perempuan dalam ruang politik tidak boleh sekadar menjadi pelengkap demokrasi.
“Perempuan harus hadir bukan hanya sebagai pelengkap demokrasi, melainkan sebagai subjek politik yang sadar akan ideologi dan mampu mengorganisir kekuatan rakyat,” ujarnya.
**Baca Lainnya:
Wewangian Aromaterapi Gelar Pelatihan Berdayakan Penyandang Disabilitas Tangsel
Ia menjelaskan bahwa solidaritas tanpa dominasi menjadi prinsip kunci dalam membangun gerakan perempuan yang transformatif, bukan sekadar simbolik.
Dalam pandangannya, penguatan kapasitas politik perempuan harus berakar pada kaderisasi dan pendidikan ideologis yang konsisten.
DPC GMNI Tangsel, kata Aeis, mendorong terciptanya ruang partisipasi yang inklusif. Perempuan tidak hanya diberi kesempatan tampil, tetapi juga didukung untuk mengambil peran strategis dalam kepemimpinan.
Ia juga menyoroti pentingnya ekosistem gerakan yang kolaboratif, bukan kompetitif. Solidaritas, menurutnya, bukan berarti menyeragamkan suara, melainkan menghormati keberagaman pengalaman perempuan tanpa praktik dominasi, baik secara struktural maupun kultural.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang: perwakilan organisasi mahasiswa eksternal, aktivis kepemudaan, praktisi komunikasi publik, hingga motivator muda. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta luring dan daring.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Political Skill Labs 1.0 dan momentum reflektif untuk memperkuat kepemimpinan perempuan di ruang publik dan politik. Forum ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi lintas organisasi demi mewujudkan ruang politik yang lebih adil dan setara.(ris)






