Portalkota-Beruntung bagi warga yang berulang tahun (ultah) dari Januari hingga Maret 2025, karena mendapatkan hadiah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dari Pemerintah Republik Indonesia (RI).
Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun.
Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa warga yang berulang tahun pada Januari-Maret 2025, bisa mengakses layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini hingga April 2025.
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Maria Endang Sumiwi mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan ini akan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya
“Sebagai hadiah ulang tahun untuk masyarakat, program cek kesehatan gratis ini diharapkan bisa memberikan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia,” ujar Endang dikutip dari laman resmi Kemenkes, ditulis Senin (10/2/2025).
**Baca juga: Cak Imin Datang ke Tangsel Pantau Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup berbagai jenis penyakit yang bisa dicegah melalui deteksi dini.
Lanjutnya, melalui program ini juga bisa menjawab kebutuhan mendesak atas tingginya angka kematian akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah.
“Kita telah memetakan beban penyakit berdasarkan siklus hidup masyarakat Indonesia, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia,” jelasnya.
Endang memaparkan, program ini dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat.
Dimana, menurutnya, fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan, yaitu Pemeriksaan Kesehatan Gratis ulang tahun, PKG Sekolah, dan PKG khusus untuk ibu hamil dan balita.
“Pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan di Puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama,” jelasnya.
Lanjutnya, masyarakat bisa dihadiahi program ini dalam kurun waktu mulai dari hari ulang tahun + 30 hari.
Dipaparkannya, jenis pemeriksaan dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini sangat bervariasi.
“Mulai dari skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, hingga pemeriksaan gizi, telinga, mata, dan tekanan darah,” paparnya.
“Untuk usia dewasa dan lansia, fokus pemeriksaan akan mencakup risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik,” tambahnya.
Dr. Endang juga mengungkapkan banyak masyarakat yang merasa takut mengetahui status kesehatannya atau merasa sehat meskipun ada masalah kesehatan yang tidak terdeteksi.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dan datang ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan tunggu sampai merasa sakit, datanglah dan periksakan kesehatan. Program ini tidak hanya untuk yang sakit, tetapi untuk semua kalangan agar dapat menjaga kesehatan sejak dini,” tutupnya.(ris)