Tekan Angka Putus Sekolah, Gubernur Banten Sebut Program Sekolah Gratis Telah Jangkau 60.000 Siswa

Portalkota – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah melalui program Sekolah Gratis.

Program ini diprioritaskan untuk jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan provinsi.

Hal ini disampaikan Gubernur saat membuka kegiatan Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment (Alseace) di SMA Al Azhar BSD, Tangerang Selatan.

Ia menyebut angka putus sekolah tingkat menengah di Banten masih menjadi perhatian serius, dengan rata-rata lama sekolah masyarakat baru mencapai 9,16 tahun.

”Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta,” ujar Andra Soni, ditulis Kamis (15/1/2026).

Pada tahun pertama, program ini telah menjangkau sekitar 60.000 siswa yang tersebar di 814 sekolah di seluruh Banten.

**Baca Lainnya: Gubernur Banten Terima Kunjungan Legenda Tenis Meja

Mekanismenya mengusung prinsip gotong royong difokuskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sementara siswa dari keluarga mampu tetap membiayai pendidikannya sendiri.

“Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan,” tegasnya.

Ke depan, program ini akan diperluas cakupannya, termasuk menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan seperti Madrasah Aliyah.

Pemerataan pendidikan ini dianggap kunci untuk meningkatkan kualitas SDM Banten, terutama dalam menyongsong bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur mengapresiasi penyelenggaraan Alseace yang dinilai efektif untuk pengembangan kapasitas dan karakter siswa.

Kepala SMA Al Azhar BSD, Mochamad Mukrim, menjelaskan bahwa Alseace adalah agenda tahunan OSIS dengan tema Urban Farming Movement.

Kegiatan ini diikuti 217 sekolah dari berbagai daerah dan bertujuan melatih kepemimpinan, jiwa sosial, serta menyalurkan minat bakat siswa.(ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *