Portalkota—Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan struktur Jembatan Merpati Raya, Ciputat.
Kerusakan pada abutment jembatan yang tergerus arus sungai memaksa penutupan akses jembatan selama tiga hari mulai Selasa 14 Oktober 2025 sore.
Humas Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Kemal, menjelaskan bahwa kerusakan ini telah diantisipasi dengan perbaikan minor sebelumnya.
Namun, penurunan badan jembatan terjadi lebih cepat dari perkiraan.
“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penurunan badan jembatan terjadi lebih cepat dari perkiraan. Demi keselamatan masyarakat, kami harus melakukan penanganan secara menyeluruh,” ujar Kemal.
Koordinasi Multisektor untuk Keamanan Warga
Penutupan jembatan dilakukan untuk mendukung proses pembongkaran dan perbaikan struktur abutment yang mengalami kerusakan parah.
Tim Dinas SDABMBK berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas, pemasangan barrier, dan spanduk pemberitahuan.
**Baca Lainnya: Dari Otozone Tangsel, Gubernur Banten Dorong Kolaborasi Daerah Genjot PAD
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi sangat mendadak. Saat ini keselamatan menjadi prioritas utama. Beri waktu kami selama 3 hari ke depan untuk memperbaiki,” terangnya.
Percepatan Jadwal Rekonstruksi
Jembatan Merpati Raya sebenarnya telah masuk dalam rencana rekonstruksi pada 2026.
Namun, kondisi lapangan yang memburuk lebih cepat memaksa penanganan darurat dilakukan lebih awal.
Dinas SDABMBK memastikan akan melakukan pekerjaan secara optimal dan akan menginformasikan perkembangan perbaikan secara berkala melalui media sosial @dsdabmbk.
Pihaknya berkomitmen menyelesaikan penanganan jembatan secepat mungkin agar akses masyarakat dapat kembali normal.
Langkah cepat ini diambil untuk mencegah potensi bahaya yang lebih besar mengingat Jembatan Merpati Raya merupakan akses vital bagi mobilitas warga sekitar.(ris)






