Portalkota – Sorak tawa anak-anak terdengar riuh di halaman SMP Negeri 20 Tangerang Selatan. Bola yang memantul, langkah kecil yang berlari mengejar teman, hingga wajah-wajah ceria menjadi pemandangan yang kini terasa indah di sekolah tersebut.
Di tempat yang kini menjadi lapangan olahraga multifungsi, dulunya hanya terdapat halaman sempit dipenuhi tanaman dan lumut. Bahkan untuk melaksanakan upacara bendera saja, ruang yang tersedia sangat terbatas.
Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonikanmasih mengingat jelas bagaimana kondisi sekolah sebelum pembangunan dilakukan.
“Dulu kami bahkan tidak memiliki lapangan untuk anak-anak berolahraga. Halaman sekolah penuh tanaman, banyak lumut, dan ruangnya sangat terbatas. Untuk upacara saja sering kesulitan,” ujar Frida, ditulis Sabtu (14/2/2026).
Keterbatasan fasilitas juga dirasakan pada ruang belajar. Saat itu sekolah hanya memiliki sekitar 10 ruang kelas.
Bahkan satu ruang harus dialihkan menjadi laboratorium komputer demi memenuhi kebutuhan pembelajaran.
**Baca Lainnya:
Jelang Ramadan, Anak-anak TK Ar-Rahmaniyah Turun Langsung Santuni Warga Pakualam
Perubahan mulai terasa ketika pembangunan sarana prasarana dilakukan.
Kini SMPN 20 Tangsel memiliki fasilitas jauh lebih lengkap, termasuk lapangan olahraga multifungsi berukuran setengah lapangan basket yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas seperti basket, voli, hingga futsal.
Bagi siswa, lapangan ini bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan ruang bermain dan berkumpul yang selama ini mereka impikan.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, pembangunan ini akhirnya terealisasi. Walaupun lapangannya tidak terlalu besar, tapi kebahagiaan anak-anak benar-benar terasa,” kata Frida.
Frida mengaku perubahan fasilitas memberikan dampak langsung pada semangat siswa.
Antusiasme mereka untuk datang ke sekolah meningkat drastis. Ia bahkan menceritakan pengalaman saat hujan turun, tidak ada satu pun siswa yang absen.
“Orang tua banyak menyampaikan anak-anak mereka sangat senang dengan perubahan ini. Bahkan saat hujan, semua tetap datang ke sekolah. Mereka begitu antusias,” tuturnya.
Kini SMPN 20 Tangsel telah berkembang dengan total puluhan ruang yang mendukung kegiatan sekolah serta menampung 24 rombongan belajar.
Sinergi Wujudkan Sekolah Pilihan Masyarakat
Perubahan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, yaitu Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), hingga masyarakat serta orang tua siswa.
Frida menegaskan pembangunan sekolah bukan sekadar mempercantik fasilitas, melainkan membangun semangat baru bagi seluruh warga sekolah.
Ia mengajak siswa dan guru menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.
“Kami ingin sekolah ini menjadi sekolah pilihan masyarakat. Kami juga terus menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak, salah satunya menjaga kebersihan dan peduli terhadap lingkungan sejak hal-hal kecil,” tutupnya.
Kini SMPN 20 Tangsel bukan lagi sekadar tempat belajar. Sekolah ini telah menjadi ruang kebahagiaan, tempat anak-anak bertumbuh, bermain, dan membangun mimpi mereka dengan lebih percaya diri.(ris)






