Portalkota – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menargetkan pembangunan 1.000 lubang biopori di setiap kelurahan.
Dengan total 54 kelurahan, target keseluruhan mencapai 54.000 biopori sebagai bagian dari solusi penanganan sampah organik.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menerangkan, pembangunan biopori sudah berjalan masif dengan pemantauan harian melalui grup koordinasi.
Pelaporannya dilakukan oleh Asisten Daerah selaku ketua tim percepatan penanganan sampah.
**Baca Lainnya: Usai Kasus Pelecehan, Pemkot Tangsel Gelar Screening Guru dan CCTV Aktif di Sekolah
“Target biopori ya kalau bisa sekarang 1.000 ya. Target 1.000 se-kelurahan. Jadi 54.000. Nanti dengan dukungan Pak Dewan juga insyaallah beliau menyampaikan juga ke konstituennya, ke masyarakat, sama-sama kita semua ya, kerja sama kita semua,” ujar Pilar, ditulis Kamis (23/1/2026).
Ia menambahkan, untuk wilayah yang tidak memiliki lahan memadai, dapat memanfaatkan lahan masyarakat dengan izin atau lahan Pemkot yang tersedia.
Yang terpenting adalah keikutsertaan aktif masyarakat, pendirian bank sampah, serta peran lurah dalam menggerakkan program.
Pilar juga menyoroti pengelolaan sampah di rumah sakit. Sampah non-infeksius seperti plastik dan botol harus dapat diolah mandiri, sementara sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sudah memiliki pengepul resmi.(ris)






