Portalkota–Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), kepolisian, dan masyarakat menggelar aksi bersih lingkungan berskala besar di sejumlah lokasi strategis.
Kegiatan yang juga melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara ini diawali dengan apel bersama di Lapangan Sunburst BSD.
Apel dipimpin langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 052/Wkr, Brigjen TNI Faisal Rizal.
Dalam keterangannya, Brigjen Faisal menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama.
“Sebelumnya kita sudah melaksanakan aksi bersih sampah selama 3 minggu. Kita tempatkan terlebih dahulu di TPS. Nah, sekarang kita angkut dan bersihkan untuk dibawa ke TPA,” ujarnya.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Korem 052/Wkr dan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Untuk mendukung aksi ini, Pemkot menyiapkan 30 truk untuk mengangkut sampah hasil pembersihan serta memasang spanduk imbauan agar warga tidak membuang sampah di tempat ilegal.
Pasca apel, personel langsung diterjunkan ke lima lokasi sasaran, yaitu Pasar BSD Serpong, Jalan Raya Serpong, Pasar Ciputat, Pasar Jombang, dan Pasar Cimanggis.
Benyamin memaparkan solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah. Untuk sampah organik, ia mendorong pembuatan lubang resapan biopori di lahan warga.
“Mesin untuk lubang biopori nanti sudah kita siapkan di masing-masing kelurahan. Jadi bisa dibuat di rumah-rumah warga yang tersedia lahan,” jelasnya.
**Baca lainnya:
PWI Tangsel Ajak Wartawan dan Masyarakat Senam Sehat Sambut HPN 2026
Sementara untuk sampah anorganik, peran bank sampah dan TPS3R akan diperkuat. Di sisi penegakan aturan, Benyamin telah menginstruksikan Satpol PP untuk menerapkan tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelaku pembuangan sampah ilegal.
“Saya sudah mulai persiapan koordinasi dengan jajaran penegak hukum. Tapi sepanjang kami belum maksimal terkait pengolahan sampahnya, saya mau ngomong apa ke warga. Nah, sekarang kerja sama pengelolaan sampah itu sudah maksimal, saya bisa jatuhkan sanksi,” tegasnya.
Kolaborasi multipihak ini diharapkan tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Tangsel.(ris)






