Portalkota – Pemerintah Kota Serang resmi melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan kerja sama ini dilakukan dengan kehati-hatian dan mengutamakan kesejahteraan warga di sekitar TPAS Cilowong.
“Kami mendengar suara masyarakat. Kekhawatiran soal dampak lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan warga adalah hal yang wajar. Pemerintah hadir bersama warga, tidak ada kebijakan yang dijalankan tanpa mempertimbangkan dampaknya,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, ditulis Sabtu (3/1/2026).
Dalam kesepakatan ini, Kota Serang akan menerima bantuan keuangan sebesar Rp65 miliar serta proyeksi retribusi Rp57 miliar per tahun dari Pemkot Tangsel.
**Baca Lainnya: Kerja Cepat di Penghujung Tahun, Pemkot Tangsel Fokus Pulihkan Kebersihan Jalan Protokol
Dana tersebut akan diprioritaskan untuk kesejahteraan warga terdampak.
“Kompensasi ini kami prioritaskan untuk mengakomodasi keluhan warga, seperti pemberian subsidi dan pelayanan kesehatan gratis,” jelas Budi.
Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan, drainase, pembangunan depo sampah, hingga sarana ibadah.
Untuk memastikan TPAS Cilowong tetap ramah lingkungan, Pemkot Serang akan melakukan modernisasi alat berat, membangun sistem pengolahan lindi (air sampah), serta penanaman pohon penyangga di sekeliling kawasan.
Kerja sama ini juga menjadi pendukung kunci bagi Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang.
Saat ini, produksi sampah lokal baru mencapai 419 ton per hari, sedangkan mesin PSEL membutuhkan minimal 1.000 ton per hari untuk beroperasi optimal.
“Kerja sama ini bukan memindahkan masalah, tetapi bagian dari ikhtiar bersama agar pengelolaan sampah menjadi lebih modern dan berkelanjutan. Dengan pasokan yang cukup, kita bisa mengubah masalah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi semua,” tutupnya.(ris)






