Dihadiri Ratusan Peserta, Macho Gelar Turnamen Domino Beregu di Tangsel

Portalkota – Sebanyak 288 peserta memeriahkan turnamen domino beregu yang digelar oleh Organisasi Macho di Tandon Ciater, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Acara yang diikuti 48 tim dari berbagai daerah ini bertujuan menyalurkan hobi positif sekaligus mengubah stigma negatif seputar permainan domino.

Ketua Organisasi Macho, Yuri Anugrah Nasution, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari kegiatan silaturahmi bulanan anggotanya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

“Cita-citanya diadakan bergilir di seluruh Indonesia,” ujarnya di lokasi, Sabtu (31/1/2026).

Yuri menekankan bahwa format pertandingan beregu yang digunakan adalah yang pertama kali diterapkan di Indonesia, dengan aturan mengacu pada Persatuan Olahraga Domino Seluruh Indonesia (Pordi). Turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar Rp26 juta untuk juara 1 hingga 4.

**Baca Lainnya: 

Tangsel Dorong Budidaya Maggot, Ubah Sampah Dapur Jadi Sumber Ekonomi Warga

Ia juga menyampaikan pesan agar para peserta menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa domino ini adalah olahraga yang beradab, bukan sekadar kumpul-kumpul yang identik dengan perjudian,” tegas Yuri.

Bagi anak muda yang tertarik, Yuri mengajak untuk bergabung. “Beberapa klub domino sudah mendirikan sekolah domino. Daripada main Uno, domino lebih memiliki nilai seni dalam pertandingannya,” jelasnya.

Sementara itu, Salah satu peserta, Kolonel Eko Natalius mengapresiasi inovasi format beregu ini. “Ini sesuatu yang sangat luar biasa karena belum pernah dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar domino dapat segera diakui sebagai cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Pecinta domino tidak bisa dibendung, dari tongkrongan sampai gedung bertingkat banyak yang suka,” jelasnya.

Mengenai keseruan permainan, Kolonel Eko menjelaskan bahwa domino mengandalkan kombinasi strategi, kecerdasan, dan faktor keberuntungan.

“Kalau mau menang, kartu bagus, banyak-banyak beramal. Amal dalam keluarga, minta doa sebelum berangkat,” tutupnya.

Turnamen ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempopulerkan domino sebagai olahraga otak yang sehat dan berintegritas di Indonesia.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *