Portalkota-Puasa Nisfu Syaban merupakan kegiatan sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah.
Puasa sunnah ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan di bulan Syaban.
Puasa Nisfu Syaban memiliki keutamaan khusus dalam tradisi Islam, Rasulullah SAW disebutkan sering berpuasa pada bulan Syaban, termasuk di dalamnya puasa Nisfu Syaban.
Puasa ini diyakini sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus sebagai momen untuk memperbanyak amal ibadah dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menentukan awal bulan hijriah berdasarkan rukyatul hilal bil fi’li atau pengamatan hilal secara langsung.
**Baca juga: OPPO Akan Luncurkan Seri Baru Ponsel Lipat Find N5 di Singapura
Berdasarkan hasil pemantauan dan metode istikmal atau menyempurnakan bulan sebelumnya menjadi 30 hari jika hilal tidak terlihat), awal bulan Sya’ban 1446 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025.
Maka dari itu, 15 Syaban 1446 H jatuh pada hari Jumat 14 Februari 2025, yang berarti malam Nisfu Syaban jatuh sehari sebelumnya yaitu pada Kamis malam, 13 Februari 2025.
Berikut niat puasa Nisfu Syaban:
Niat puasa Nisfu Syaban ini sama halnya dengan niat puasa sunah di bulan Syaban. Dikutip dari buku “Meraih Surga dengan Puasa” karya H Herdiansyah Achmad L, berikut ini bacaan niat puasa Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Nawaitu shaumasy-syahrisy-sya’baani sunnata lillaahi ta’aala.
Artinya:
“Saya berniat puasa pada bulan Syaban sunah karena Allah Ta’ala.”
Syarat dari puasa sunnah Nisfu Syaban sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari lapar, haus dan hawa nafsu dari Imsak hingga Maghrib
Berikut Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban:
Berikut doa yang bisa dipanjatkan saat berbuka puasa Nisfu Syaban yang dikutip dari buku “Doa Zikir Sepanjang Tahun” karya H Hamdan Hamedan MA:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Arab Latin:
Allaahumma innii as-aluka bi-rahmatikal latii wasi’at kulla syai- in an taghfira lii.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku.” (HR Ibnu Majah nomor 1.753)
(ris)