Benyamin Pimpin Aksi Bersih 10 Titik Gerakan Indonesia ASRI di Tangsel

Portalkota – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memimpin langsung aksi bersih-bersih dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Bersih, Indah) di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren.

Kegiatan ini dilakukan serentak di 10 titik wilayah Tangsel dengan melibatkan unsur Forkopimda, aparatur kelurahan, RT/RW, sekolah kader, dan masyarakat setempat.

“Forkopimda saya sebar ke 10 titik di Tangerang Selatan. Kita didukung oleh RT, RW, sekolah, kader, dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama,” ujarnya.

Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Menurut Benyamin, gerakan ini tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Gerakan ini akan terus kita lakukan karena ini soal membudayakan kebersihan Indonesia ASRI,” kata dia.

Benyamin menjelaskan, kegiatan bersih-bersih direncanakan berlangsung rutin setiap pekan. Untuk sementara, dilaksanakan setiap Jumat pagi sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

**Baca Lainnya: 

Pilar Turun ke Kali Jaletreng Tabur Karbon Aktif Netralisir Limbah Pestisida

Selain memungut sampah, peserta juga mengedukasi pedagang, warga, dan pelajar untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memilah sampah dari rumah.

“Kita bukan saja memungut sampah, memilih sampah, tetapi juga mengedukasi. Siapa saja yang ketemu dalam kegiatan ini diedukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan,” terangnya.

Ia memastikan gerakan ini tetap berjalan selama bulan Ramadan, karena menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari nilai ibadah.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani mengapresiasi langkah konkret Pemkot Tangsel dalam menangani persoalan sampah.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya nasional membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah membersihkan sampah dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan bersih-bersih seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” paparnya.

Ia menegaskan penanganan sampah akan lebih efektif jika dimulai dari hulu melalui pemilahan dan pengelolaan sejak dari rumah tangga.

Jika sampah organik ditangani di rumah (60 persen) dan sampah non-organik dipilah ke bank sampah (30 persen), maka hanya sekitar 10 persen residu yang perlu dikirim ke TPS.

Rasio bahkan menilai Tangerang Selatan memiliki potensi besar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.(ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *