Portalkota – Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta merupakan kunci utama mewujudkan sistem transportasi massal terintegrasi di kawasan metropolitan.
Pernyataan ini disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Studi Potensi Kontribusi MRT Lintas Timur–Barat Fase 2, rute Kembangan–Balaraja, di Balai Kota Jakarta.
MoU ini ditandatangani oleh PT MRT Jakarta bersama tujuh perusahaan pengembang di sepanjang koridor trase yang direncanakan.
Kerja sama ini menjadi langkah awal penyusunan studi komprehensif untuk pengembangan jalur MRT lintas wilayah Jakarta–Banten.
**Baca Lainnya:
Natal PWI Pusat Tetap 24 Januari 2026 di Balai Pertemuan Metro Jaya
Ruang lingkup studi mencakup tiga aspek utama: kajian kelembagaan, keuangan, dan teknis (termasuk trase).
Proses kajian diperkirakan berlangsung selama 8 hingga 10 bulan. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan skema pembiayaan dan model pengembangan proyek.
Andra Soni mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis menjawab tantangan mobilitas harian masyarakat di wilayah perbatasan Banten–Jakarta.
“Nota kesepahaman ini menjadi pembuka jalan bagi cita-cita bersama menghadirkan transportasi massal terintegrasi,” ujarnya.
Gubernur menyoroti tingginya pergerakan komuter dari Banten ke Jakarta yang menimbulkan tekanan lalu lintas bergantian pada jam sibuk.
“Sebagian besar warga Banten bekerja di Jakarta. Pagi hari kepadatan terjadi di Jakarta, malam hari bergeser ke Banten. Ketergantungan pada kendaraan pribadi perlu dikurangi,” jelasnya.
Pengembangan MRT hingga Balaraja dinilainya sebagai solusi jangka menengah-panjang untuk mengurangi beban jalan dan mendorong peralihan ke transportasi publik.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerangkan bahwa kerja sama ini menandai penguatan kolaborasi antardaerah.
Keterlibatan pengembang di sepanjang jalur diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) sekaligus memperkuat struktur pembiayaan proyek.
“Ini merupakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan,” terangnya.
Pemerintah DKI akan menggunakan pengalaman pengembangan MRT Utara–Selatan sebagai rujukan. Tahapan studi dan pematangan proyek ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar pembangunan Fase 2 dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan.(ris)






