Andiara Aprilia Hikmat Berjuang Memajukan Daerah

Portalkota-Pemilu Serentak 2024 sesaat lagi akan diikuti bersama dengan harapan penuh khidmat dan damai. Pesta rakyat lima tahunan ini menjadi ajang rejuvinasi (baca: peremajaan) demokrasi yang terus kita perbaiki bersama seluruh unsur elemen masyarakat.

“Kita berharap persaingan sehat dalam kontestasi politik ini menghadirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berintegritas dan dapat memajukan Indonesia,” kata Anggota DPD dari Banten, Andiara Aprilia Hikmat dalam keterangan resminya pada Selasa, 6 Februari 2024.

Menurutnya, di tengah arus kontestasi ini, partisipasi calon pemimpin dari kalangan wajah-wajah milenial semakin banyak mengisi etalase elektoral 2024. Kita akan menghadapi bonus demografi, dimana para generasi produktif mendominasi populasi demokrafis Indonesia. Hal itu menandakan bahwa dimulainya pembangunan yang lebih mencerahkan, dimana generasi milenial yang akan mengisi ruang-ruang strategis dalam percaturan nasional.

“Partisipasi perempuan dalam dunia politik menjadi dasar acuan kesetaraan dalam kedewasaan demokrasi di Indonesia. Para politisi perempuan terus andil dalam pembangunan bangsa melalui berbagai saluran politik, baik di tingkat eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,” ucap Andiara.

Dalam menciptakan keseimbangan kekuasaan, peran perempuan sangatkah signifikan dalam pembangunan bangsa. Akses bagi perempuan untuk berkiprah dalam kepemimpinan nasiuonal maupun internasional sangat terbuka. Dunia sudah semakin modern dan menghormati hak-hak pada kesetaraan gender.

Kata dia, generasi tua memang punya banyak pengalaman yang diceritakan tentang masa lalunya. Maka sebagai generasi muda harus mampu menawarkan masa depan. Negeri ini harus terus melaju menuju masa depan dengan menggandeng sejarah di masa lalu sebagai pelajaran untuk proses perjuangan meraih kemenangan di masa depan.

“Generasi muda harus mampu mentransformasi sejarah menjadi semangat restorasi, dan menjadikan masa depan sebagai spirit inovasi. Sebagai generasi muda milenial yang diberi tugas pengabdian pada negara untuk mewakili daerah Provinsi Banten di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI),” terang Andiara.

“Saya mengajak seluruh generasi muda untuk tidak pernah mau mundur satu langkahpun memperjuangkan keadilan bagi rakyat. Menjadi tugas kita bersama memenangkan hati rakyat dengan gagasan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

**Baca juga: Pj Bupati Tangerang Minta Satlinmas Persiapkan Diri Hadapi Pemilu 2024

Andiara menerangkan, para sarjana adalah pendamping generasi yang saat ini Indonesia sedang menuju bonus demografi. Di mana generasi muda usia produktif lebih banyak dari generasi pra dan purna produktif. Kesempatan ini harus kita manfaatkan bersama untuk menggerakkan pembangunan ke arah cita-cita kemerdekaan.

“Generasi muda milenial akan memimpin perubahan besar ini. Pembangunan nasional menjadi tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan penuh inovasi dalam memenangkan masa depan Indonesia Raya adalah tugas kita sebagai generasi milenial. Mari kita dampingi generasi kita yang masih tertidur pulas atas gemerlapnya kehidupan fana ini untuk mulai bergeliat, bangkit, dan maju menuntaskan cita-cita kemerdekaan,” ujarnya.

Pepatah mengatakan, “Menua itu takdir, sementara dewasa itu pilihan.” Hari ini kita bangun komitmen bersama bahwa kemerdekaan adalah takdir dari ikhtiar panjang perjuangan melawan kolinialisme oleh para kusuma bangsa pahlawan negara. Sementara mengisi kemerdekaan dengan menggerakkan kreasi dan inovasi demi kemajuan negeri adalah pilihan tunggal yang kita prakarsai sebagai generasi muda.

“Kita harus mencipta simpul-simpul peluang keberhasilan dalam mentransformasi kemajuan negeri,” tegasnya.

Mendampingi generasi untuk maju bersama memang butuh perjuangan. Meyakinkan bahwa masa depan bangsa ini ada di genggaman kita sesekali mungkin akan mendapatkan hambatan karena mental dan kultur sosial yang beragam. Akan tetapi sebagai pendamping generasi kita harus mengubah hambatan itu menjadi tantangan dan peluang untuk merangkul dan menggerakkan hati demi masa depan negeri.

Indonesia merdeka tidak hanya kepeloporan pikir para pendiri bangsa, akan tetapi besarnya hati untuk rela berkorban dan mempersatukan atas setiap perbedaan. Negeri majemuk ini adalah perpaduan atas bersatunya pemikiran dan perasaan, nalar dan hati yang berorientasi pada kesatuan dan persatuan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Terakhir, saya mewakili senator milenial, mengajak untuk mempersipakan diri menjadi pendamping generasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Partisipasi Milenial dalam dunia politik menjadi langkah awal untuk mengemban tugas mulia dalam menuntaskan cita-cita kemerdekaan dan memenangkan Indonesia Raya, tandas Andiara.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *