UMKM Banten Didorong Ekspor, Gubernur Siapkan Klinik Ekspor dan Bazar Orientasi

PORTAL KOTA-Kepala BKHIT Banten Dumasari Margaretha melaporkan lonjakan ekspor komoditas perikanan yang mencapai 279 persen, didominasi oleh pasar Asia Timur dan Asia Tenggara. Sektor hewan tercatat naik 21 persen dan tumbuhan naik 25,4 persen.

Laporan tersebut disampaikan dalam acara Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten, Jumat (21/8/2026).

Baca lainnya:

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan sinergi antara Badan Karantina Indonesia dan Pemprov Banten harus diperkuat untuk menciptakan ekosistem ekspor yang bekerja dari hulu hingga hilir.

“Kita ingin ekosistem ekspor Banten bekerja dari hulu sampai hilir,” ujar Andra Soni.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyatakan karantina harus menjadi fasilitator dan akselerator ekspor dengan pelatihan standar negara tujuan. Ia menekankan bahwa masalah utama ekspor saat ini adalah menjaga konsisten mutu produk.

Andra Soni mengapresiasi kegiatan Merdeka Ekspor dan menilai Klinik Ekspor sangat strategis bagi UMKM.

“Pelaku UMKM membutuhkan informasi, konsultasi, pendampingan, fasilitasi, kepastian persyaratan, dan akses terhadap jejaring pasar,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi Bazar UMKM Orientasi Ekspor sebagai ruang mempertemukan produk lokal dengan pasar lebih luas.

Baca lainnya:

“Kita ingin UMKM Banten bukan hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan produksi, konsistensi mutu, kemasan, legalitas, sertifikasi dan kapasitas memenuhi permintaan pasar global,” ucapnya.

Acara ditutup dengan pelepasan ekspor senilai Rp40,8 miliar untuk komoditas seperti tanaman hias, kaligrafi kulit, buah naga, manggis, salak, olahan sarang walet, burung lovebird, ikan mas sinyonya, kelinci, dan tas pandan.

Andra Soni dan Abdul Kadir Karding juga meninjau Mini Expo Ekspor BKHIT Banten. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *