PORTAL KOTA-Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menekankan pentingnya digitalisasi dan inovasi dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah serta kinerja BUMD untuk memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan Fatoni dalam Rapat Koordinasi BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah di Gammara Hotel Makassar, Jumat (7/8).
Fatoni mengatakan kondisi fiskal daerah yang dipengaruhi kondisi global, PAD, dan dana transfer menuntut daerah lebih kreatif mencari sumber pembiayaan alternatif.
Baca lainnya:
“Digitalisasi sangat diperlukan untuk bisa memastikan bahwa proses yang dilaksakan lebih efektif, efisien, akuntabel. Lebih murah, lebih cepat, dan memakan waktu yang singkat,” ujar Fatoni.
Ia mendorong daerah tidak ragu mengadopsi praktik baik dari daerah lain.
“Amati, tiru, modifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Yang lebih hebat lagi apabila kita mampu membuat inovasi baru yang belum pernah dibuat oleh daerah lain,” katanya.
Fatoni menyoroti jumlah BUMD yang mencapai 1.092 unit namun kinerjanya masih dapat ditingkatkan.
“BUMD saat ini ada 1.092, cukup banyak namun kinerjanya masih bisa dioptimalkan lagi. Sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang besar, laba yang besar, dividen yang besar yang digunakan untuk pembangunan,” lanjutnya.
Ia menilai BLUD juga memiliki potensi memperkuat kemandirian pengelolaan layanan. Fleksibilitas keuangan BLUD dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.
Baca lainnya:
“Paling tidak kalau BLUD bisa membiayai dirinya sendiri, beban APBD menjadi berkurang,” ujarnya.
Fatoni juga menyoroti optimalisasi Barang Milik Daerah yang masih memiliki persoalan dalam pencatatan, pengelolaan, dan pemanfaatan aset.
“Pencatatannya, pengelolaannya, pemanfaatannya masih banyak yang belum maksimal. Oleh karena itu, jangan biarkan aset ini, barang milik daerah ini nganggur dan perlu kita manfaatkan,” pungkasnya.







