PORTAL KOTA-ibis Styles Jakarta Airport kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di industri hospitality melalui penyelenggaraan Battle of The Bartenders Vol. IV Mixology.
Kompetisi bartending yang memasuki tahun keempat tersebut menjadi wadah bagi para bartender untuk mengasah kreativitas, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperluas jejaring profesional di industri food and beverage (F&B).
Sebanyak 22 bartender dari berbagai hotel, restoran, kafe, komunitas bartender, hingga institusi pendidikan di wilayah Jabodetabek ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di ibis Styles Jakarta Airport.
Baca lainnya:
General Manager ibis Styles Jakarta Airport, Ulil Azmi, mengatakan Battle of The Bartenders telah menjadi agenda tahunan sejak 2023 sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas industri hospitality pascapandemi Covid-19.
“Ini merupakan tahun keempat kami secara konsisten menyelenggarakan acara ini. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ajang bagi para bartender untuk saling bertemu, membangun networking, berbagi knowledge, dan mempererat hubungan profesional,” ujarnya.
Menurut Ulil, konsistensi menjadi faktor utama yang membuat kompetisi tersebut terus berkembang dan mendapat antusiasme tinggi dari komunitas bartender.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan perdana kompetisi hanya melibatkan komunitas bartender di Banten. Kini, Battle of The Bartenders berkembang menjadi ajang yang diikuti bartender dari Jakarta, Bogor, hingga kalangan mahasiswa.
“Kuncinya satu, yaitu konsisten. Kami bekerja sama dengan orang-orang yang berkompeten, asosiasi bartender, komunitas, serta berbagai principal dan brand yang memiliki visi sama dalam memajukan industri food and beverage,” ungkapnya.
Meski dikemas dalam bentuk kompetisi, Ulil menegaskan tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang. Menurutnya, bartender masa kini tidak hanya dituntut piawai meracik minuman, tetapi juga mampu menjelaskan konsep serta cerita di balik setiap kreasi yang disajikan.
Salah satu peserta, Ahmad Khoirul, mengaku telah tiga kali mengikuti Battle of The Bartenders. Ia menjadikan kompetisi tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mempelajari tren terbaru di dunia mixology.
Peserta lainnya, Nurlaeni, menghadirkan kreasi minuman Golden Archipelago yang terinspirasi dari kekayaan rempah-rempah Nusantara.
“Golden Archipelago menggambarkan Indonesia sebagai negeri penghasil rempah-rempah. Saya ingin menghadirkan cita rasa lokal sekaligus menceritakan sejarah perdagangan rempah Indonesia melalui sebuah cocktail,” jelasnya.
Setelah melalui proses penilaian dewan juri, panitia menetapkan tiga bartender terbaik, yakni Margaretha Ceyline Tumewan dari Novotel Tangerang BSD City sebagai Juara I, Achmad Ramadani dari Hotel Tentrem Jakarta sebagai Juara II, dan Akbar Maulana dari Jin Yin sebagai Juara III.
Penyerahan penghargaan turut disaksikan Ketua BPD PHRI Provinsi Banten, Ashok Kumar, yang hadir memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM di sektor perhotelan dan restoran.
Baca lainnya:
Personality Talk Universitas BSI Dorong Generasi Muda Tingkatkan Daya Saing Lewat Personal Branding
Kompetisi ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan komunitas industri, di antaranya TDH, Vibe, Three Peaks, Blue Agave, Toza, Dome, Diablo IPA, Giffard, Muda Mulia Sentosa, Equil, Singaraja, Grand Macnish, Tequila Ranchitos, serta komunitas Banten Beverage Community (BBC), Jakarta Beverage Community (JBC), dan Indonesia Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Banten.
Melalui penyelenggaraan yang konsisten, ibis Styles Jakarta Airport berharap Battle of The Bartenders tidak hanya menjadi kompetisi tahunan.
Tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat komunitas bartender, melahirkan inovasi di bidang mixology, serta meningkatkan daya saing industri hospitality Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (Uci)







