Gubernur Banten Gagas SMK Link and Match di Dua Kawasan Industri

Portalkota – Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 segera menggagas pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja.

Ada dua SMK yang akan dijadikan pilot project atau proyek percontohan di dua kawasan industri:

· Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang
· Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang

Baca Lainnya:

Gubernur Banten Tekan Perjanjian PSEL Serang Raya

Feasibility Study Sedang Berlangsung, Pertimbangkan Lokasi hingga Jumlah SMK Sekitar

Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 sedang melakukan tahapan feasibility study (FS) di kedua kawasan tersebut. Pertimbangannya meliputi lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, jumlah SMK di wilayah sekitar, hingga pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Andra Soni: Lulusan SMK Harus Benar-benar Siap Kerja

Andra Soni mengatakan, ia bertekad merealisasikan pendidikan vokasi yang terintegrasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja (link and match) yang sudah lama dicita-citakan.

Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak SDM unggul serta menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” ujarnya, ditulis Jumat (15/5/2026).

Banten Punya 8.924 Industri, Strategis Dekat Jakarta dan Lintasan Jawa-Sumatera

Dengan pengalaman yayasan tersebut di beberapa daerah, Andra Soni yakin pola yang sudah dikembangkan dapat diterapkan di Banten. Apalagi Banten dianugerahi lokasi geografis strategis, dekat dengan ibu kota dan menjadi daerah lintasan antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Saat ini ada sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Provinsi Banten, mulai dari industri kecil sampai besar. Dengan mengoptimalkan pola pendidikan vokasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri, ia berharap ke depan lulusan SMK dapat terserap sebagai tenaga kerja yang andal dan profesional.

Yayasan SMK Mitra Industri: Pendidikan Karakter Jadi Program Unggulan

Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto mengatakan bahwa program unggulan dari SMK Mitra Industri adalah pendidikan karakter.

Pendidikan ini mengajarkan bagaimana peserta didik bisa beradaptasi dengan dunia industri dengan dibekali berbagai kemampuan, pengetahuan, serta pelatihan berbasis industri. “Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” katanya.

Jurusan TKJ Sudah Jenuh, Kebutuhan Industri Berbeda

Berdasarkan pertimbangan yang dilakukan, kedua lokasi percontohan itu masih terbuka namun berada dalam kondisi persaingan cukup tinggi. Jumlah siswa SMA dan SMK lebih besar dibanding lulusan SMP, sehingga terjadi kompetisi dalam memperoleh peserta didik.

Selain itu, SMK di sekitar kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya mendukung kebutuhan industri. Misalnya, di kedua kawasan industri masih didominasi oleh SMK dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Padahal, 25 industri modern Cikande adalah metal works (pekerjaan terkait logam), sementara industri di Kasemen adalah manufaktur.

“Untuk itu, sebaiknya jurusan yang dibuka di SMK lebih kepada kebutuhan tenaga kerja di industri, seperti manajemen logistik, teknis pengelasan, teknis mekatronika, dan teknis pemesinan,” jelasnya.

Baca Lainnya:

Puncak May Day Banten, Gubernur Apresiasi Serikat Pekerja Jaga Kondusivitas

Dua Opsi Kerja Sama: Partnership atau Kolaborasi

Menurut Darwoto, sebagai penyelenggara pendidikan vokasi, ada dua pilihan mekanisme kerja sama antara Yayasan dengan Pemprov Banten, sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014:

· Kemitraan (partnership) : bangunan, izin, dan semua milik sekolah, tetapi yayasan yang mengoperasikan dengan guru dan kepala sekolah milik yayasan.
· Kolaborasi: yayasan hadir bersama tim, namun ada kerja sama kurikulum dan supervisi.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *