Portalkota – Gubernur Banten, Andra Soni, bertemu dengan Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kotabaru, Kota Serang, Rabu 6 Mei 2026.
Pertemuan ini menjadi titik awal kolaborasi untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan daerah, yakni pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta promosi pariwisata.
Agnes hadir bersama Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, Prof. Wardiman Djojonegoro. Pertemuan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan figur publik dalam mengangkat isu-isu strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Baca Lainnya:
Ekonomi Banten Triwulan I 2026 Tumbuh 5,64 Persen, Lampaui Capaian Nasional
Andra Soni: Angka Putus Sekolah Masih Jadi Tantangan
Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Banten, khususnya terkait akses pendidikan yang belum merata. Ia mengungkapkan, angka putus sekolah di sejumlah wilayah masih ada, terutama di daerah dengan kapasitas fiskal rendah.
“Fokus kami adalah bagaimana disparitas itu bisa perlahan-lahan kita kurangi. Pendidikan adalah jalan untuk keluar dari kemiskinan dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Program Sekolah Gratis Jangkau 801 Sekolah di Banten
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Banten telah meluncurkan program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKH) swasta. Pada 2025, program ini tercatat telah menjangkau 801 sekolah di seluruh Banten.
“Kita terus berikhtiar agar tidak ada anak Banten yang tertinggal,” katanya.
Andra berharap, kehadiran Agnes sebagai Puteri Indonesia 2026 dapat menjadi jembatan komunikasi untuk menyuarakan pentingnya pendidikan kepada generasi muda. Menurutnya, Puteri Indonesia bukan hanya tentang kecantikan, melainkan juga kecerdasan sehingga bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Banten untuk terus belajar.
Masih Tingginya Angka Kekerasan terhadap Perempuan
Selain pendidikan, isu perlindungan perempuan dan anak juga menjadi perhatian serius. Andra mengakui masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Banten.
“Kita punya pekerjaan rumah besar. Banten harus menjadi rumah yang aman bagi semua, terutama perempuan dan anak,” tegasnya.
Puteri Indonesia 2026: Saya Bagian dari Banten, Siap Promosikan 3 Pilar Utama
Pada kesempatan tersebut, Agnes Aditya Rahajeng menyatakan komitmennya untuk mendukung ketiga pilar utama tersebut. Ia siap mengambil peran dalam menggaungkan pentingnya pendidikan, perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan, hingga pariwisata serta kebudayaan Banten.
“Ini sebuah kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk terus menyuarakan bahwa tiga pilar utama itu adalah hal yang sangat penting,” terangnya.
Agnes turut mengungkapkan kedekatannya dengan Banten. Ia telah menetap di Tangerang Selatan selama hampir satu dekade sehingga merasa telah menjadi bagian dari Banten.
Baca Lainnya:
Kapolda Banten Jalin Silaturahmi Bersama PWI Banten, Perkuat Sinergi Polisi dan Insan Pers
Terinspirasi Suku Baduy hingga Pantai Cibobos
Perjalanannya sebagai Puteri Indonesia membawanya mengenal Banten secara lebih mendalam. Ia mengisahkan pengalaman emosionalnya saat mengunjungi Kawasan Suku Baduy, Keraton Kaibon, dan Pantai Cibobos di Banten Selatan.
“Saya melihat langsung ketangguhan masyarakat Baduy menjaga harmoni dengan alam. Itu sangat menginspirasi,” tuturnya.
Menurut Agnes, kekayaan budaya dan keindahan alam Banten memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas.
“Harapannya, saya bisa ikut mempromosikan budaya dan pariwisata Banten agar menjadi pilihan utama di Indonesia,” tutupnya.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan pesan-pesan pembangunan tidak hanya sampai melalui kebijakan, tetapi juga mengalir melalui inspirasi dari sosok publik yang dekat dengan masyarakat. Banten berbenah, bukan hanya untuk saat ini, tapi untuk generasi yang akan datang.(uci)






