Portalkota — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis dalam memenuhi hak dasar anak, terutama terkait kecukupan gizi dan kesiapan belajar.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Balarenik, Agusman, dalam podcast Menyala Media.
Menurut Agusman, masih banyak anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga program MBG sangat penting untuk menunjang kebutuhan mereka.
“Jika anak-anak tidak sarapan, bagaimana dirinya bisa mengikuti pelajaran dan pendidikan dengan baik. Maka itu, program MBG sangat penting dilakukan untuk menunjang anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya.
**Baca Lainnya: DPR RI Dorong Kampus Berikan Dispensasi Akademik Kepada Mahasiswa Terdampak Bencana
Ia menilai MBG sebagai jawaban yang relevan bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.
Menu MBG yang mencakup sayur dan susu dinilai dapat memperbaiki pola makan anak yang sebelumnya hanya makan “sedapatnya”.
Selain dampak kesehatan dan pendidikan, Agusman menyoroti manfaat ekonomi dari program ini.
Pola kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai membuka peluang bagi UMKM lokal untuk terlibat sebagai penyuplai bahan pokok.
Dengan menyentuh aspek gizi, pendidikan, dan ekonomi, MBG dinilai bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.(ris)







