Portalkota – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Ekonomi Kreatif untuk tahun 2027.
Forum ini menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, influencer, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan bagi pengembangan sektor kreatif di daerah.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa Musrenbang selama ini lebih banyak membahas kebutuhan infrastruktur seperti pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir.
Namun mulai tahun ini, Musrenbang juga menyentuh aspek tematik, salah satunya ekonomi kreatif.
Baca Lainnya:
BBP FC Putra Wonogiri Menang Telak 5-0 di Laga Pembuka Paku Jaya Cup XI 2026
100 Ribu Pelaku UMKM, Lebih dari Separuh di Ekonomi Kreatif
Pilar memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 ribu pelaku UMKM di Tangerang Selatan, dan lebih dari 50 persen di antaranya bergerak di sektor ekonomi kreatif.
Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, fashion, kriya, desain, fotografi, hingga perfilman, semuanya ada di Tangsel, dengan kuliner sebagai sektor paling dominan.
Visi Inklusif, Inovatif, dan Kolaboratif
Sejalan dengan visi Kota Tangerang Selatan 2025–2029, yaitu “Tangerang Selatan yang tumbuh inklusif, inovatif, dan kolaboratif,” Pilar menegaskan pentingnya pembangunan yang melibatkan seluruh masyarakat, mendorong inovasi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas.
Ekonomi Kreatif sebagai Solusi di Tengah Tantangan
“Dalam kondisi ekonomi saat ini yang penuh tantangan, ekonomi kreatif menjadi salah satu solusi penting. Kita tidak bisa hanya bergantung pada sektor formal, karena persaingan kerja semakin ketat. Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki keterampilan dan mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa optimisnya terhadap potensi pelaku ekonomi kreatif di Tangsel. Beberapa produk lokal, mulai dari kuliner hingga jasa desain, bahkan sudah mampu menembus pasar ekspor.
“Ke depan, kita ingin seluruh pelaku ekonomi kreatif memiliki daya saing yang kuat, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional. Kuncinya adalah memahami pasar, meningkatkan kualitas produk dan jasa, serta membangun kolaborasi,” tegasnya.
Masukan untuk Pelatihan, Permodalan, hingga Pemasaran
Melalui Musrenbang ini, Pemkot Tangsel berharap mendapatkan masukan dari para pelaku ekonomi kreatif terkait program yang dibutuhkan, baik dalam bentuk pelatihan, permodalan, hingga dukungan pemasaran.
Pemerintah juga akan berupaya menghadirkan kolaborasi dengan investor, CSR perusahaan, serta berbagai pihak lainnya.
“Kami berharap sektor ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan mampu membuka lapangan kerja yang luas,” tutupnya.
Baca Lainnya:
Paku Jaya Cup XI 2026 Resmi Dibuka
Dengan digelarnya Musrenbang Tematik Ekonomi Kreatif ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi, serta membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat.(uci)






