Portalkota – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan, Fuad, menjelaskan pentingnya penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk tahun 2027.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan daerah yang telah melalui berbagai tahapan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, serta forum perangkat daerah.
Fuad menyampaikan bahwa dalam proses perencanaan tersebut, terdapat pendekatan yang bersifat tematik yang tidak hanya berbasis kewilayahan, tetapi juga lintas sektor.
Saat ini, terdapat empat jenis Musrenbang tematik yang menjadi fokus:
1) Musrenbang inklusif – menitikberatkan pada pembangunan yang merata dan berkeadilan
2) Musrenbang stunting dan kesehatan – berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat
3) Musrenbang pemuda – mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan
4) Musrenbang ekonomi kreatif – yang saat ini sedang dilaksanakan
Baca Lainnya:
Pemkot Tangsel Gelar Musrenbang Ekonomi Kreatif 2027, Dorong UMKM Naik Kelas
Musrenbang Tematik Bersifat Lintas Sektor
Fuad menegaskan bahwa Musrenbang tematik memiliki karakteristik khusus karena bersifat lintas sektor, sehingga tidak dapat dibatasi hanya pada aspek kewilayahan. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah terlibat secara aktif dalam proses ini.
“Pada pelaksanaan kali ini, kami ingin menegaskan bahwa seluruh usulan yang muncul dari forum ini akan kami akomodasi dan dokumentasikan dalam dokumen perencanaan resmi. Untuk itu, kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dari Bapak/Ibu sekalian, baik yang hadir secara langsung maupun daring, untuk menyampaikan ide, gagasan, dan masukan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Kreativitas Tak Terbatas, Berbeda dengan Komoditas dan Modal
Fuad memaparkan bahwa dalam pembangunan, umumnya terdapat tiga aspek utama:
· Komoditas atau sumber daya
· Modal atau kapital
· Inovasi dan kreativitas
Sektor ekonomi kreatif berada pada aspek ketiga, yaitu inovasi dan kreativitas.
“Berbeda dengan komoditas dan modal yang memiliki keterbatasan, kreativitas bersifat tidak terbatas. Inovasi tidak akan pernah habis, justru akan terus berkembang seiring dengan ide dan gagasan manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa inilah yang menjadi kekuatan sekaligus peluang besar bagi semua pihak dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Tangerang Selatan.
Brainstorming Ide Kreatif untuk Perencanaan Pembangunan
Melalui forum Musrenbang ini, dilakukan proses brainstorming untuk menggali ide-ide kreatif dari berbagai pihak.
Seluruh gagasan yang muncul akan dihimpun, didokumentasikan, dan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan ke depan.
Baca Lainnya:
BBP FC Putra Wonogiri Menang Telak 5-0 di Laga Pembuka Paku Jaya Cup XI 2026
Dengan pendekatan tematik yang inklusif dan lintas sektor, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan.(uci)






