Portalkota – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mengoptimalkan layanan terintegrasi bagi 43 juta rekeningnya dengan menggabungkan teknologi digital dan layanan fisik.
Salah satu andalannya adalah Halo BCA, yang sepanjang 2025 telah menangani 30 juta interaksi nasabah melalui telepon, chat, hingga media sosial.
“Termasuk di dalamnya permintaan penanganan atas kasus kriminalitas,” ujar EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, dalam BCA Expoversary 2026 di ICE BSD City, ditulis Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) 2025, dari sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di Indonesia, sekitar 23 ribu di antaranya ditangani oleh Halo BCA.
**Baca Lainnya:
Waspada! Tiga Modus Penipuan Digital Ini Paling Saring Menjerat Masyarakat Menurut BCA
Modus yang kerap terjadi adalah scamming dan phishing yang mengatasnamakan BCA, dengan iming-iming keuntungan atau menebar ketakutan agar nasabah memberikan data sensitif.
“Scamming merupakan tindakan penipuan yang dilakukan seseorang yang mengaku menjadi orang/institusi lain. Sementara phishing pada prinsipnya adalah social engineering,” jelas Adrianus.
Untuk meningkatkan pelayanan, Halo BCA kini dilengkapi fitur Voice Internet Protocol Call (VOIP) yang memungkinkan nasabah menghubungi call center tanpa pulsa, cukup melalui aplikasi haloBCA.
Memasuki 2026, aplikasi tersebut menambah sejumlah fitur seperti live chat, pemantauan status laporan, buka blokir PIN ATM, pembaruan data, pengaturan OTP, dan persetujuan digital.
Gerakan #tanyaHaloBCAaja sebagai Langkah Preventif
Sebagai langkah preventif dan edukatif, Halo BCA menggagas gerakan #tanyaHaloBCAaja yang melibatkan seluruh frontliners BCA untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah.
“Kami mengajak seluruh nasabah tercinta untuk melakukan langkah yang tepat, serta tetap aman dan nyaman dengan #tanyaHaloBCAaja,” tutupnya.(ris)






